Senin, 01 Maret 2010

Lebih kurang 1,1 milyar penduduk dunia merokok (World Bank,1999). Pada tahun 2025,jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat sampai dengan 1,6 milyar. Dengan jumlah perokok sebanyak 75% dari populasi, WHO melaporkan bahwa Indonesia adalah satu dari lima negara yang terbanyak perokoknya di dunia (Adiatma,1992)

.Hasil penelitian di berbagai daerah menunjukkan bahwa jumlah perokok pria di Indonesia adalah 18,8%-54% (Kristanti, Sapardyah dan Suhardi, 1988; Rustamadji, 1986, Masironi dan Rotwell, 1985, cit. Wawolumaya,1996;WHO,1985).

Remaja di Indonesia mulai merokok pada umur yang sangat muda. Hasil dibeberapa tempat menunjukkan bahwa remaja mulai merokok pada umur 5-12 tahun (Wawolumaya, 1996), 5-18 tahun dengan persentasi terbesar umur 14 tahun (Rustamadji, 1986), 10-14 tahun(Bandi, cit. Santoso, 1993), 8-10 tahun (Santoso, 1993),15tahun (Kristanti, Sapardiyah, Suhardi, 1998) dan 15-20 (Siregar, Yasid, Asykaruddin, Razali dan Siregar, 1985).Alasan remaja mulai merokok di Indonesia bervariasi. Mereka merokok untuk pergaulan/persahabatan,coba coba, mengurangi tekanan/stres, meniru orang tua/dewasa yang sudah merokok,menimbulkan perasaan dewasa/matang dan perasaan jantan (Santosa,1993). Selain itu, 47%-65% remaja perokok di Indonesia mempunyai ayah perokok. Remaja Perokok pada umumnya berpendapat merokok merupakan hal yang umum, di kalangan remaja, meskipun merokok itu adalah kebiasaan buruk, namun merokok dapat menyebabkan gaul, meningkatkan kejantanan, menyebabkan rasa nyaman dan mengurangi stress. Remaja Prokok mengatakan tidak merokok sama dengan tidak jantan. Dan mereka tahu bahwa lebih mudah mencegah daripada berhenti merokok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar